Menggabungkan Partisi Hardisk Tanpa Software
Menggabungkan partisi hardisk bisa dilakukan tanpa bantuan software khusus. Sebagai gantinya alat bantu yang akan digunakan adalah pengolah partisi bawaan Windows, yaitu menggunakan Disk Management. Langkah-langkahnya adalah:
Hardisk adalah sebuah device penyimpanan data pada sebuah komputer. Ukuran hardisk bermacam – macam mulai dari yang 32 GB hingga 4 TB. Sering kali kita lupa membagi partisi hardisk kita pada saat menginstall sistem operasi baru, atau kadang partisi yang kita buat terlalu besar dan kita ingin membaginya lagi menjadi 2 partisi. Berikut ini cara untuk membagi partisi pada windows tanpa menggunakan software tambahan.
1. Disini saya memiliki hardisk ukuran 500GB dengan 2 partisi yaitu 120GB (Drive :C)dan 380GB(Drive D). Saya akan membagi Drive D menjadi 2 partisi yaitu 330GB dan 50GB.

2. Pertama masuk ke dalam device manager dengan cara klik kanan padamy computer / this pc,kemudian pilih manage.

3. Masuk ke dalam Disk Management

4. Klik kanan pada drive D pilih Shrink Volume…

5. Masukan besaran partisi yang akan dibagi, misal 50GB berarti ketikan 50000. kemudian klik shrink.

6. Tunggu hingga proses repartisi selesai. Maka alokasi hardisk baru akan muncul.

7. Buat partisi baru dengan cara klik kanan pada alokasi hardisk yang belum dipartisi kemudian pilih new simple volume..

8. Masukan ukuran volume hardisk lalu klik next..

9. Pilih Drive letter yang diinginkan kemudian klik next..

10. Lakukan format pada partisi yang baru dibuat kemudian,

11. Tunggu hingga proses format selesai maka partisi baru akan muncul dan siap digunakan


- Buka Disk Management pada laptop atau PC yang akan kamu gunakan.
- Klik kanan pada This PC atau My Computer di File Explorer.
- Pada jendela Computer Management, klik Disk Management di sebelah kiri. Atau bisa juga dengan klik kanan pada menu Start kemudian akan muncul pilihan klik Disk Management.
- Pada jendela Disk Management, tentukan partisi mana yang ingin kamu gabungkan. Misalnya jika kamu menggabungkan partisi D dan E, maka kamu harus menghapus partisi E.
- Klik kanan pada partisi tersebut, nanti akan muncul opsi Delete Volume. Pada jendela konfirmasi Delete Simple Volume yang muncul. Lalu klik Yes.
- Jika partisi tersebut berubah menjadi Free Space, maka kamu harus mengubah partisi tersebut menjadi Unallocated.
- Pada opsi yang muncul, klik Delete Partition. Lalu, pada jendela konfirmasi klik Yes untuk melanjutkan proses penghapusan partisi.
- Setelah partisi tersebut berubah statusnya menjadi Unallocated, klik kanan pada partisi lainnya yang ingin kamu gabungkan. Misalnya partisi D. Selanjutnya pada opsi yang muncul, Klik Extend Volume.
- Pada jendela Extend Volume Wizard, klik Next untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya. Setelah itu, jendelanya selanjutnya akan ditampilkan kapasitas partisi Unallocated yang sebelumnya akan kamu hapus. Jika kamu akan menggabungkan semua kapasitas tersebut, maka langsung klik Next.
- Klik Finish pada jendela Completing The Extend Volume Wizard.
Kamu bisa melakukan hal tersebut pada partisi yang berbeda seperti pada partisi F, G, H dan lain-lainnya. Jika kamu tidak ingin repot menginstal software yang khusus yang digunakan untuk mengolah partisi, maka kamu bisa gunakan cara pertama tadi.
Satu hal yang paling yang mesti kamu lakukan jika menggunakan cara ini adalah kamu harus menghapus salah satu partisi terlebih dahulu. Misalnya saja jika kamu ingin menggabungkan partisi D dan E, maka kamu harus menghapuskan partisi E.
Karena kamu menghapus partisi maka artinya semua data yang tersimpan di dalam partisi yang dihapus akan hilang. Maka jika kamu akan menggunakan cara yang pertama ini, pastikan bahwa file penting yang tersimpan di dalamnya sudah dipindahkan ke partisi lainnya.
